Radiator di Isi Air Biasa?? Boleh?? Apa Tidak??

Radiator-sepeda-motor

Radiator dan isinya air, sistem pendingin mesin yang ampuh. Fungsinya menekan panas ruang bakar, mulai dari blok hingga silinder head. Bukan berarti lepas dari perawatan. Justru motor berpendingin  radiator, isinya  kudu wajib diganti dan diperiksa berkala, termasuk kualitas cairannya.

Bodi silinder yang dikontruksi untuk pendingin cairan, tidak memakai sirip-sirip silinder seperti pendingin udara. Bila sirkulasi airnya terhambat atau airnya sendiri berkurang saja, panasnya akan cepat naik.  Sering mengalami overheat, onderdil cepat rontok, bensin juga boros.

arantan-ktm-duke-200-isi-radiator

Tidak semua air dapat digunakan sebagai pendingin mesin motormu. Jika diisi dengan sembarang air, maka yang terjadi jalur air akan berkerak. Kalau kerak nasi masih bisa dimakan. Kalau ini karat yang bikin sirkulasi menjadi tersumbat. “Apalagi air-nya dari tanah yang dekat laut, cepat karatnya. Air yang kalau mandi licin terus seperti masih bersabun juga mempercepat karatnya,” terang Sohib, mekanik Rapih Radiator yang berada di Rempoa, Jakarta Selatan

Air macam itu mengandung logam mineral yang tinggi. Berbeda dengan air di pegunungan yang sedikit kandungan logam mineralnya. Begitu deh kalau nggak salah. Penggunaan air seperti itu dalam jangka waktu yang lama, bisa menimbulkan karat. “Karatnya tercipta perlahan tapi pasti. Setiap kali panas karat akan menempel pada jalur air. Kalau panas, air juga mudah menguap,”ujar Sohib.  “Boleh aja sih kalo pake air biasa, tapi dalam keadaan darurat  ya. Abis itu dikuras dan ganti water coolant,tambah Sohib dengan logat jawanya.

sam0288

Artinya, agar aman gunakan water coolant. Nah sekarang tipsnya. Selalu cek kondisi water coolant pada radiator. Jika kurang, tambah lagi, bila perlu kuras dan ganti dengan cairan yang baru. Kolo tak sempat gak papa bro, yang penting sering diperiksa agar tak berkurang.

Kedua, periksa kondisi radiator core (lempengan pelat pada radiator). Biasanya kotoran seperti batu-batu kecil yang menempel. Agar tidak merusak lempengan, gunakan obeng min (-) dengan perlahan mencungkilnya. Selanjutnya gunakan cover radiator variasi yang banyak dijualuntuk melindungi  kotoran dan lemparan batu bikin core radiator peyang-peyang.

Sekali lagi, jangan lupa gunakan coolant untuk cairan radiator. Coolant bisa dibeli di bengkel mobil ukuran satu jerigen dan pasti akan tersisa banyak yang bisa disimpan sebagai stok. Harganya dari Rp 15 ribu sampai 200 ribu. Tentu yang makin mahal lebih terpercaya dalam penguapan dan keasliannya terbebas dari logam mineral dan asam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *