Review Jaket Biker Respiro tipe free flow, semriwing angine

 

Review Jaket Biker Respiro tipe free flow, semriwing angine

Well saat event OtoBursa beberapa waktu lalu EYD sengaja menyambangi booth Respiro buat mencari jaket riding untuk menggantikan jaket lama yang sudah terlihat usang. Dalam pemilihan jaket riding EYD punya kriteria tersendiri, urutan no.1 adalah harus adem anti gerah. Karena kegemaran bermotor menuntut EYD menjalani segala aktivitas ditopang dengan motor sebagai sarana transportasinya. Panasnya kondisi macet menjadi pertimbangan khusus dalam memilih bahan jaket.

Urutan kedua adalah model, disini EYD lebih mengedepankan fungsi jaket yang bisa dual purpose, artinya dipakai riding cukup pantes dan nyaman, dipakai formal meeting di kantor juga terlihat masih pantes. Jadi unsur safety buat EYD adalah nomor terakhir, karena biasanya jaket-jaket berfitur safety aka jaket touring misalnya gerahnya minta ampun.

Jaket Free Flow

Jadi masalah safety masih bisa ditolong dengan aksesoris keselamatan seperti elbow protector, rompi dada, etc. So kembali faktor nyaman, adem adalah mutlak pilihan EYD.

Nah sejak lama sebenarnya EYD sudah mengincar jaket bikinan kang Arif Respiro yang tipe free flow. Sudah pernah direview juga oleh kang Taufik dan dari reviewnya jaket ini super semriwing angine. Wajar mas bro jaket ini memang terbagi atas 2 lapisan. Pada bagian lengan atas adalah berbahan Polyester 450D PU coating mirip jaket-jaket touring kebanyakan cukup tebal kedap angin. Sedangkan bagian dalam terbuat dari bahan Polyester 75D mesh soft touch yang berupa jaring-jaring. Lalu di bagian lengan bawah hingga area ketiak dilapisi bahan yang berbentuk seperti jaring-jaring. Inilah resep yang bikin jaket terasa semriwing angine saat dipakai riding.

Respiro Free Flow

Bagian depan cukup tebal juga dan angin tidak terlalu tembus ke dada saat kecepatan diajak hingga 70kph. Namun demikian kalau lagi riding malam hari atau di subuh hari yang masih super dingin suhu sekitar, dinginnya angin terasa menusuk sehingga EYD selalu gunakan rompi tambahan buat melindungi dada saat riding malam. Sedangkan jika dipakai riding ngantor atau siang hari gak perlu pakai rompi. Karena walau semriwing tapi tetep kalau lagi berhenti di tengah kemacetan pas kena sinar matahari langsung, efek panas langsung berasa di tubuh.

Respiro Free Flow

Fitur yang ditawarkan jaket Respiro free flow ini lumayan memenuhi standar fungsional menurut EYD. Dua buah kantong di kiri kanan bawah jaket lumayan dalam dan dilengkapi dengan retsleting. Lalu bagian dalam jaket sebelah kiri juga terdapat kantong tambahan lumayan dalam, cocok buat naruh HP. Kancing lengan pun dibuat simpel menggunakan model perekat, jadi lebih praktis.

Respiro Free Flow

Last kesimpulan EYD jaket Respiro Free Flow sangat cocok dipakai buat biker Jakarta di siang hari yang sehari-harinya mengarungi jalanan macet bin gerah. Tapi kalau dipakai riding malam dinginnya bakal pol-polan bro sis, so disarankan pakai tambahan  rompi dada di dalam jaket agar gak kedinginan. Untuk harganya gimana, jujur sedikit curcol sewaktu EYD membeli jaket ini lagi ada diskon 10% di booth Respiro, tadinya sih mo nawar lagi (karena kebiasaan nawar kalau beli sesuatu) tapi entah kenapa begitu nyambangi booth Respiro EYD serasa berada di booth keluarga milik Blogger..ckckck..Iya mas bro EYD jadi inget rekan blogger Iwan Banaran yang memang serius mengelola store Jaket Respiro (Respiro Indonesia). Ya tanpa aji tawar EYD langsung aja bayar sesuai banderol setelah diskon 10% (Rp. 269.000,-) Kesan memakai jaket ini setelah beberapa hari adalah, keren, gaya dan pasti semriwing poll angine.

Respiro Free Flow

Respiro Free Flow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *