Review Jaket Respiro TMC R FLOW

Review Jaket Respiro TMC R FLOW

“Mas Henry harus coba jaket ini. Ringan, fleksibel dan mempunyai ventilasi di bagian samping sehingga udara bisa keluar masuk. Dengan begitu, jika kita berkeringat, akan diminimalisir.” Demikian sepotong kalimat dari Arief Gampang Utomo, pemilik Respiro saat bertemu dengan penulis awal Agustus lalu. Dan akhirnya diputuskan untuk mencoba Jaket dengan kode TMC R Flow tersebut.

Jaket ini berukuran XL, dengan warna merah-hitam, dan desain yang ngepas di badan. Awalnya penulis mengira, bagian bawah jaket akan “memenjarakan” si perut. Namun asumsi itu hilang ketika jaket dikenakan. Sekilas, bahan bagian dalam yang berpori langsung terasa nyaman. Bagian lengan hingga pergelangan tangan bisa bergerak fleksibel. Untuk perlindungan, terdapat padding dari bahan Polyurethane foam di bagian bahu dan siku. Selain itu, padding tersebut membentuk jaket menjadi lebih “kekar” saat dikenakan. Tak lupa terdapat garis tipis dengan bahan Scotchlite, yang bakal memantulkan cahaya. Hal ini berguna saat berkendara di malam hari.

Selain pelindung, ada pula fungsi kenyamanan lainnya. Di bagian bawah ketiak, terdapat bahan khusus yang bisa “bernapas” sehingga membiarkan angin masuk dari depan, dan keluar di bagian belakang. Dengan begitu, suhu tubuh saat tertutup jaket tidak akan terlalu panas. Hal ini sangat berguna mengingat kita berada di daerah tropis yang suhunya cenderung hangat. Sementara di bagian pergelangan tangan, terdapat sistem penyesuaian dengan velcro yang mudah dioperasikan.

Secara total, terdapat 5 saku di jaket Respiro  TMC R Flow ini. Ada empat di luar. Dua di atas atau bagian dada, sementara dua lagi di bawah, kanan dan kiri. Yang menarik adalah, penempatan dua saku di bagian dada menggunakan retsleting jenis vertikal. Nah, ini sangat membantu sekali saat hendak memasukkan atau mengeluarkan barang dari dan ke saku. Posisi vertikal lebih mudah dioperasikan ketimbang horisontal. Sementara saku yang terakhir berada di bagian dalam kiri, standar saku jaket pada umumnya.

Salah satu fitur yang menarik di jaket Respiro ini adalah jumlah retsleting ganda yang digunakan untuk bagian penutup utama. Biasanya, retsleting hanya digunakan satu arah saja. Untuk menutup, ke atas. Untuk membuka, ke bawah. Namun Respiro memberikan fungsi yang berbeda. “Saat berkendara, sesekali perlu membuka jaket. Terkadang ditemui kesulitan untuk membuka jaket karena harus meraih ke atas dahulu. Nah, kami berikan alternatif untuk membuka jaket dari bawah, jadi, tidak perlu repot membuka dari atas. Semuanya dapat dioperasikan dengan mudah.” Ujar Arief Utomo, pemilik merk Respiro beberapa waktu lalu.

Okay, cukup untuk tetek bengek teknis. Mari kita lihat sepak terjang jaket ini saat pemakaian. Untuk awal, tentunya penulis gunakan untuk keperluan harian dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya, penulis khawatir menggunakan jaket ini akan mendapatkan fasilitas “sauna” seperti jaket sport pada umumnya. Maklum, dengan lalu lintas Jakarta dan kemacetannya yang “indah”, bakal bikin gerah pengendara roda dua manapun.

Untuk penggunaan harian di kota Jakarta dan sekitarnya, jaket Respiro  TMC R Flow ini ternyata memberikan kenyamanan yang mumpuni. Kekhawatiran penulis bahwa bakal ada “sauna” di dalam jaket tidak terbukti. Memang, dengan kondisi lalu lintas stop n go khas Jakarta dan sekitarnya, sedikit keringat adalah hal yang wajar. Namun yang menarik, begitu kita mulai berkendara kembali, angin masuk melalui ventilasi yang disediakan jaket Respiro ini. Alhasil, tubuh tidak terlalu lengket dengan keringat. Tak lupa dengan fleksibilitas yang baik, maka mengarungi kemacetan Jakarta pun tidak terasa melelahkan. Sesekali bercermin di kaca mobil, wah keren juga nih jaketnya. :D

Setelah nyaman menggunakan untuk kebutuhan berkendara dalam kota, tentunya penulis lanjutkan untuk menggunakannya ke Sawarna beberapa waktu lalu. Kali ini, penulis sengaja mengenakan kaos lengan panjang untuk mengantisipasi masuknya angin pagi. Gak lucu,  mau turing malah masuk angin. :D

Menembus pagi kota Bogor, Cihideung hingga Cibadak, memang bakal berhadapan dengan udara sejuk. Selain karena berada di daerah pegunungan, angin pagi juga berperan menghantarkan rasa dingin lebih dalam ke badan. Untungnya, penggunaan kaos lengan panjang bisa meminimalisir udara dingin tersebut.

Respiro Review1_2Sepanjang jalur pegunungan di Bogor dan sekitarnya, Respiro memberikan kenyamanan yang baik. Sakin nyamannya, penulis sempat lupa, bahwa terdapat padding di bahu dan siku untuk memberikan perlindungan extra. Di beberapa jaket yang penulis miliki, padding juga ada, namun agak membuat repot saat bermanuver di tikungan ataupun kondisi macet. Namun dengan Respiro  TMC R Flow ini, penulis tidak menemui hal demikian. Satu inovasi yang layak diacungi jempol terhadap Respiro. Apalagi, dengan jalur pegunungan yang mengharuskan pengendara banyak bergerak mengikuti kontur jalan, sekali lagi, Respiro memberikan kenyamanan yang mumpuni.

Fungsi ventilasi kembali menunjukkan kebolehannya saat penulis memasuki Cisolok, selepas Pelabuhan Ratu. Udara khas pesisir biasanya cenderung lebih hangat ketimbang udara urban seperti Jakarta dan sekitarnya. Saat panas mulai menyengat, ventilasi atau katakanlah air flow system di Respiro memberikan keuntungan tersendiri. Angin yang tidak terlalu kencang memasuki badan, mengeringkan keringat namun juga memberikan kesegaran saat berkendara. Untuk kesekian kalinya, Respiro TMC memberikan kontribusi maksimal terhadap kenyamanan berkendara.

Sejauh ini, Respiro  TMC R Flow jelas cukup cocok untuk penulis yang tidak terlalu gemar menggunakan jaket kulit untuk berkendara jarak jauh alias touring. Kombinasi bahan ringan, berventilasi namun protektif, merupakan jenis ideal yang layak dipertimbangkan. Bagi penulis pribadi, Respiro TMC jelas memberikan kontribusi bagi kenikmatan berkendara. Nyaman dipakai di perkotaan, bisa digunakan untuk touring jarak jauh.(hnr)

Review Jaket Respiro TMC R FLOW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *